Hotasi-&-Keluarga

Ucapan Terima Kasih Hotasi Nababan

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Baik yang telah memberi anugerah besar melalui putusan Majelis Hakim kepada kami kemarin 19 Februari 2013. Saya menghaturkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat More »

Sumber: http://www.tribunnews.com

Hotasi Nababan Sujud Syukur Divonis Bebas Korupsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan sujud syukur dengan vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadapnya. Bahkan Hotasi menilai bahwa More »

02

Karir dan Pengabdian Hotasi

Setelah meraih dua gelar Master di Civil Engineering dan Technology Policy, Hotasi bergabung ke unit perencanaan Garuda Airlines di tahun 1993. Di tempat inilah, Hotasi menimba banyak ilmu maskapai penerbangan dan operasional More »

03

Dari Gila Bola hingga Jadi Aktivis Kampus

Hotasi Nababan lahir di Manila, 7 Mei 1965, sulung dari tiga bersaudara. Hotasi lahir dari keluarga yang kental dengan nuansa intelektualitas. Ayahnya, SAE Nababan, yang seorang pendeta, adalah doktor teologia dari Ruprecht-Karls-Universität More »

Untuk Apa Kasasi Lagi?

Kasasi

Pada tanggal 19 Februari 2013 tepat pk 16.21, Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta di Kuningan membaca putusan vonis bebas atas semua dakwaan jaksa terhadap saya dan Tony Sudjiarto atas perkara sewa pesawat Merpati. Konon putusan ini pertama kali di pengadilan khusus Tipikor Jakarta sejak dibentuk tahun 2004. Tentu kami sangat terkejut dan bersyukur kepada Tuhan YME menyambut putusan Majelis hakim itu, walaupun sejak awal kami dan semua saksi meyakini perkara ini bukan pidana sama sekali.

Pernyataan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) atas Vonis Bebas Hotasi Nababan

Menyikapi putusan Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Bapak Pangeran Napitupulu, Hendra Yosfin, dan Alexander Marwata, yang menjatuhkan vonis bebas terhadap mantan Direktur Utama PT. Merpati Nusantara Airlines (PT MNA), Sdr. Hotasi Nababan dari segala dakwaan pada Selasa, 19 Februari 2013, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) menyampaikan:

Penanganan Kasus Pidana Bisnis Korporasi Masih Dilematis

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Penegakan hukum dalam kasus-kasus yang melibatkan bisnis korporasi dinilai masih dilematis. Dibutuhkan konsensus dari lembaga-lembaga penegak hukum agar tercipta kepastian hukum.

“Ada dualisme pendapat dari badan peradilan tentang risiko bisnis. Sebagian berpendapat bahwa risiko bisnis tidak menjadi domain tindak pidana korupsi sementara sebagian lagi berpendapat risiko bisnis yang diikuti upaya melawan hukum menjadi domain tipikor,” kata pengamat hukum pidana Indriyanto Seno Adji menanggapi putusan hakim tipikor yang membebaskan mantan Dirut Merpati Airlines Hotasi Nababan.

Editorial The Jakarta Post: Nothing But The Truth

Court decisions are based on what the law says and what the evidence proves; there is no place for suspicion, bias or favoritism in the courts. And that was exactly what the Jakarta Corruption Court did on Tuesday when it acquitted former PT Merpati Nusantara Airlines president director Hotasi Nababan of all charges.

The court found Hotasi not guilty of breaching a government regulation in failing to report the lease in December 2006 of two Boeing aircraft to the state company’s board of directors. The judges also found there was no evidence to support allegations that Hotasi tried to enrich himself via the lease of the aircraft.

Apresiasi BRTI Terhadap Putusan Bebas Hotasi Nababan

Hotasi bersama sahabat yang setia memberikan dukungan.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada majelis hakim Tipikor yang telah dengan berani mengambil keputusan BEBAS kepada mantan Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan di tengah euforia pemberantasan korupsi. Rupanya majelis hakim amat jeli melihat bahwa tidak setiap dakwaan jaksa selalu bermutu dan akurat.

Ucapan Terima Kasih Hotasi Nababan

Hotasi-&-Keluarga

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Baik yang telah memberi anugerah besar melalui putusan Majelis Hakim kepada kami kemarin 19 Februari 2013. Saya menghaturkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat yang telah memberi dukungan dan doa yang tulus kepada perjuangan kami. Ini menjadi kemenangan keadilan bagi semua. Salam Keadilan.

 

Hotasi Terdakwa Pertama yang Bebas di Pengadilan Tipikor Jakarta

Sumber: http://www.tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA), Hotasi Nababan menjadi terdakwa pertama yang bebas dari Pengadilan Tipikor Jakarta.

Berdasarkan fakta yang terungkap selama persidangan, Hotasi dinilai tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama terkait penyewaan pesawat jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 pada 2006.

Hotasi Nababan Sujud Syukur Divonis Bebas Korupsi

Sumber: http://www.tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan sujud syukur dengan vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadapnya.

Bahkan Hotasi menilai bahwa masih ada orang yang melihat hukum di republik ini secara adil dan benar.

Hikmahanto: Sudah Sepantasnya Pak Hotasi Bebas dari Awal

Sumber: detik.com

Jakarta – - Palu keras majelis hakim tindak pidana korupsi diketok dan mantan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines, Hotasi Nababan, pun bebas. Putusan ini dinilai langkah progresif dan sesuai nafas keadilan hukum yang seharusnya.

“Tidak ada bukti yang mengarah Pak Hotasi melakukan ‘kerugian negara’ untuk kepentingan dirinya atau kepentingan orang lain atau korporasi,” kata guru besar FH UI Hikmahanto Juwana kepada detikcom, Selasa (19/2/2013).

Mantan Dirut Merpati Minta Dibebaskan

Sumber: www.inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Terdakwa perkara korupsi pengadaan pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA), Hotasi Nababan, mengajukan duplik sebagai tanggapan atas replik jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung. Bekas Direktur Utama MNA yang merasa dikriminalisasi itu menganggap langkah kejaksaan membawa kasus itu ke ranah korupsi justru akan menutup upaya penarikan uang USD 1 juta yang diselewengkan dua warga negara Amerika Serikat (AS).

Menurut Hotasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bareskrim Polri maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tidak menemukan unsur korupsi terkait pembayaran uang security deposite sebesar USD 1 juta ke Thirdtone Aircraft Leasing Group (TALG) untuk penyewaaan dua unit Boeing seri 737-400.