Hotasi-&-Keluarga

Ucapan Terima Kasih Hotasi Nababan

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Baik yang telah memberi anugerah besar melalui putusan Majelis Hakim kepada kami kemarin 19 Februari 2013. Saya menghaturkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat More »

Sumber: http://www.tribunnews.com

Hotasi Nababan Sujud Syukur Divonis Bebas Korupsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan sujud syukur dengan vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terhadapnya. Bahkan Hotasi menilai bahwa More »

02

Karir dan Pengabdian Hotasi

Setelah meraih dua gelar Master di Civil Engineering dan Technology Policy, Hotasi bergabung ke unit perencanaan Garuda Airlines di tahun 1993. Di tempat inilah, Hotasi menimba banyak ilmu maskapai penerbangan dan operasional More »

03

Dari Gila Bola hingga Jadi Aktivis Kampus

Hotasi Nababan lahir di Manila, 7 Mei 1965, sulung dari tiga bersaudara. Hotasi lahir dari keluarga yang kental dengan nuansa intelektualitas. Ayahnya, SAE Nababan, yang seorang pendeta, adalah doktor teologia dari Ruprecht-Karls-Universität More »

Seminar MA: Mengembalikan Keagungan Mahkamah Agung

Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa ikatan alumni perguruan tinggi (ITB, UI, ITS, IPB dan Trisakti) yang kemudian tergabung dalam Alumni Lintas Perguruan Tinggi aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang hukum. Ini terutama dipicu banyaknya profesional alumni perguruan tinggi yang terpaksa berhadapan dengan masalah hukum dalam menjalankan tugas profesionalnya. Beberapa kasus tersebut di antaranya: kasus Hotasi Nababan (Merpati Indonesia), dr Ayu Sasiary (RS Kandou Malalayang, Manado), Indar Atmanto (Indosat Mega Media) serta kasus bioremediasi Chevron Indonesia.

Tugas Berat Membangun Negeri

Izinkan saya mengeluarkan curhatan hati saya setelah membaca berita tentang vonis 4 tahun penjara dari Mahkamah Agung (MA) kepada Bang Hotasi Nababan (mantan Dirut Merpati Airlines). Vonis MA ini sendiri mencabut putusan bebas yang dikeluarkan Pengadilan Tipikor setahun yang lalu. Lekas hati dan pikiran ini berteriak, ternyata sangat berat tantangan dalam menjalankan tugas membangun negeri.

Saya bukanlah orang yang mengerti ragam peraturan perundang-undangan. Saya hanya seorang warga negara Indonesia yang awam hukum namun terikat dengan hukum Indonesia. Maka saya tidak akan memberanikan diri saya menyatakan keputusan hakim MA benar atau salah.

Ketika Mahkamah Agung Menjadi Mimpi Buruk

Hotasi Nababan membacakan Duplik.

Hotasi Nababan membacakan Duplik.

Sudah setahun lebih berlalu, ketika Pengadilan Tipikor membebaskan Hotasi Nababan dari jeratan pasal-pasal korupsi dalam perkara penyewaan pesawat yang dilaksanakannya ketika menjabat sebagai Direktur Utama Merpati. Proses persidangan yang menjadi magnet bagi banyak pakar hukum bisnis, dan juga punggawa-punggawa BUMN, diakhiri dengan finish yang manis.

Divonis MA 4 tahun penjara, Hotasi Nababan kebingungan

merdeka1

Sumber:merdeka.com

Reporter : Laurencius Simanjuntak

Merdeka.com - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan mengaku heran sekaligus bingung dengan vonis Mahkamah Agung (MA) yang menghukumnya 4 tahun penjara plus denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Dia menilai, majelis hakim MA yang diketuai Artidjo Alkostar mengabaikan fakta persidangan.

Divonis MA 4 Tahun Penjara, Hotasi Bingung dan Sedih

metro2

Sumber:news.metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan mengaku kaget, bingung, dan sedih, mendapat kabar divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA).

Divonis pada Hari Ulang Tahun, Hotasi: Ini bukan Kebetulan

metro1

Sumber:news.metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan membeberkan sejumlah kejanggalan dalam kabar dirinya divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus security deposit sewa pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 yang terjadi di Desember 2006.

Hotasi: Pertimbangan MA sudah Terbukti tidak Benar

sumber:metrotvnews.com

sumber:metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis hakim agung kasasi Mahkamah Agung (MA) dalam perkara security deposit sewa pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 yang terjadi di Desember 2006 berbeda dengan pendapat lembaga hukum lainnya. Pertimbangan MA juga dianggap sudah terbukti tidak benar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Hotasi Kaget dan Bingung Divonis MA 4 Tahun Penjara, Ini Penjelasannya

detik

sumber:detik.com

Jakarta - Hotasi Nababan kaget dan bingung dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memberi vonis 4 tahun penjara. Hotasi pun heran dan bertanya-tanya soal vonis yang dijatuhkan hakim Artidjo Alkostar itu terkait kasus terkait kasus dugaan korupsi penyewaan dua pesawat.

“Saya dan keluarga sangat kaget, bingung, dan sedih mendengar kabar pagi ini bahwa Majelis Hakim Tingkat Kasasi MA yang dipimpin Artijo Alkotsar telah menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda Rp 200 juta kepada saya,” terang mantan Dirut Merpati ini, Jumat (9/5/2014).

“Dasar Putusan Majelis MA itu adalah sama persis dengan isi Dakwaan JPU menurut Pasal 2 UU no. 31/1999 jo 20/2001. Majelis Hakim Kasasi tidak mengindahkan seluruh fakta yang terungkap di persidangan di Pengadilan, bahkan juga tidak mengacu pada Tuntutan JPU,” tambahnya.

Hotasi menjelaskan, pada 19 Februari 2013 yang lalu, Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta Pusat telah memberikan Putusan Bebas Murni (Vrijspraak) kepada dirinya dan Tony Sudjiarto atas perkara security deposit sewa pesawat Merpati yang terjadi di Desember 2006.

Tanggapan Hotasi atas Berita Vonis MA

Hotasi-&-KeluargaSaya dan keluarga sangat kaget, bingung, dan sedih mendengar kabar pagi ini dari media bahwa Majelis Hakim Tingkat Kasasi MA yang dipimpin Artijo Alkotsar telah menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda Rp 200 juta kepada saya. Dasar Putusan Majelis MA itu adalah sama persis dengan isi Dakwaan JPU menurut Pasal 2 UU no. 31/1999 jo 20/2001. Majelis Hakim Kasasi tidak mengindahkan seluruh fakta yang terungkap dipersidangan  di Pengadilan, bahkan juga tidak mengacu pada Tuntutan JPU.

Seperti diketahui, pada tanggal 19 Februari 2013 yang lalu, Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta Pusat telah memberikan Putusan Bebas Murni (Vrijspraak) kepada saya dan Tony Sudjiarto atas Perkara Security Deposit Sewa Pesawat Merpati yang terjadi di Desember 2006. Setelah melalui 25 sidang selama 8 bulan dan menhadirkan puluhan saksi, Majelis Hakim menyimpulkan bahwa tidak terbukti ada “mens rea” (niat jahat) saya dalam mengambil keputusan penempatan Deposit itu. Majelis juga berpendapat pembayaran Security Deposit sudah dilakukan dengan transparan, hati2, beritikad baik, tanpa ada konflik kepentingan.

Empat Tahun, Vonis MA buat Hotasi

IMG_20140509_101903JAKARTA, KOMPAS – Mahkamah Agung membatalkan putusan bebas yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Jakarta kepada manta Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan. Majelis kasasi yang diketuai Artidjo Alkostar dengan hakim anggota MS Lumme dan Moh Askin memidana Hotasi dengan hukuman penjara empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Hukuman yang sama juga dijatuhkan kepada Tony Sudjiarto selaku General Manager Pengadaan Pesawat PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) ketika itu. Kedua putusan tersebut dijatukan MA pada rabu (7/5).

Artidjo kepada Kompas, Kamis (8/5). Mengungkapkan. Keduanya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Pemberatasan Tipikor. Keduanya dinilai telah memperkaya perorangan/korporasi, dalam hal ini Thirdtone Aircraft Leasing Group (TALG) dan kantor pengacara Hume & Associates, sehingga merugikan keuangan negara senilai 1 juta dollar AS.